Teruntu anakku, Arya dan Satria
Selamat malam anakku, ibu masih jauh dari kamu, tapi hati ibu sangat dekat dengan kamu. Relakan sayang, ibu pergi tuk sementara demi tugas yang harus dilaksanakan, ibu janji tuk tidak sedikitpun melupakan kamu, anakku. Lihat keluar anakku, kerudung malam menyelimuti hati ibu yang sangat kangen denganmu, tapi apalah daya anakku,ibu pasti pulang dengan sayang dan cinta. Ingatlah pesan ibu anakku, banyak janji-janji kehidupan yang setia menanti. Ibadahlah anakku karena ada kehidupan abadi untuk kita,belajarlah anakku karena dunia akan menghadang penuh tantangan. Lihatlah keluar anakku, banyak bintang menghiasi hati ibu yang sangat kangen denganmu, tapi dihati inilah banyak harapan yang kugantungkan padamu. Lihatlah keluar anakku, suara kodok begitu merdu terdengar dari hati ibu yang sangat kangen denganmu, tapi dihati inilah jeritan doa yang selalu ibu panjatkan untukmu anakku. Sekarang tidurlah anakku kau pasti lelah untuk untuk menjalani siang-siangmu, tapi…tak usah khawatir anakku, setelah tidurmu malam ini mentari kan menyongsong penuh harapan. Doa dan restu ibu selalu menyertaimu
Semarang, 11 november 2007